Sabtu, 30 Mei 2009

PENGORGANISASIAN

A. Pengertian Organisasi
 Organisasi secara umum dapat diartikan struktur atau susunan dalam penyusunan atau penempatan orang-orang dalam suatu kelompok kerjasama dengan maksud menempatkan hubungan antara orang-orang dalam kewajiban-kewajiban, hak-hak dan tanggungjawab masing-masing. Penentuan struktur, hubungan tugas dan tanggungjawab itu dimaksudkan agar tersusun suatu pola kegiatan untuk menuju kearah tercapainya tujuan bersama.
 Dengan kata lain organisasi adalah aktivitas dalam membagi kerja, menggolong-golongkan jenis pekerjaan, menberi wewenang, menetapkan saluran perintah dan tanggungjawab kepada para pelaksana.

B. Struktur Beroganisasi
 Struktur organisasi adalah tugas-tugas yang diterima oleh setiap personalai dengan siapa mereka bekerjasama, dengan siapa mereka mengadakan interaksi dan kepada siapa mereka melaporkan hasil kerjanya. 
 Struktur organisasi juga mengandung arti mekanisme kerja organisasi itu yang menggambarkan unit-unit kerjanya dengan tugas-tugas individu didalamnya beserta kerjasama dengan individu-individu dan hubungan antara unit-unit kerja itu baik secara vertikal maupun horizontal.
 Dale mengatakan struktur itu adalah mekanisme organisasi. Pada sturktur itulah ditentukan apa yang harus dikerjakan oleh setiap personalia organisasi dan disini pula akan tampak pekerjaan-pekerjaan mana yang bias digabungkan dibawah satu ketua. Sedangkan proses penentuan struktur itu disebut dengan istilah mengorganisasian. Jadi salah satu fungsi atau tugas manajemen adalah mengorganisasi dalam tugas ini tidaklah dimaksud menejer. Membuat organisasi atau menggerakakan para anggota organisasi melainkan membuat struktur atau merumuskan mekanisme kerja bagi organisasi.
 Semua tugas yang harus dikerjakan dalam organisasi dikelompokkan menjadi unit-unit kerja. Kemudian pekerjaan pada setiap unit dibagi-bagikan kepada personalia yang ada pada unit itu sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Bila unit kerja itu besar, maka dia dapat pula dibagi menjadi sub unit sebelum pembagian tugas untuk masing-masing individu dilakukan. Begitu pula kalau organisasi itu sangat besar, berapa unit kerja yang mempunyai unit kesamaan dapat pula digabungkan dibawah nama tertentu.
 Mekanisme kerja memberi petunjuk pada seseorang yang bekerja dalam suatu organisasi tenteng apasaja yang ia kerjakan dalam sehari, setiap minggu, atau satu semester/satu tahun. Juga memberi petunjuk padanya dalam unit mana dia haus bekerja. Kalau dia tidak paham, atau menemui kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan itu kepada siapa seharusnya dia bertanya atau berkonsultasi bila pekerjaan harus dilakukan oleh beberapa orang, dengan siapa ia harus bekerjasama? Pekerjaan itu dapat diperoleh jawabannya dari rekan kerja yang satu unit. Begitu pula kalau pekerjaannya sudah selesai ia akan melaporkan pada ketua unit kerjanya.
 Robbins mengatakan struktur itu terdiri dari tiga komponen yaitu kompleksitas, formalitas dan sentralisasi. Dikatakan kompleks karena ia terdiri dari beranekan ragam tugas beserta kaitannya satu dengan yang lain secara vertikal dan horizontal. 
Yang menyangkut masalah ini dapat kita ambil contoh pada organisasi sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan sudah semestinya mempunyai organisasi yang baik agar tujuan pendidikan formalnya ini tercapai sepenuhnya. Organisasi sekolah yang baiak menghendaki tugas-tugas dan tanggungajawab dalam menjalankan penyelenggaraan sekolah untuk mencapai tujuannya dibagi secara merata dengan baik sesuai dengan kemampuan, fungsi dan wewenang kepala sekolah, apa tugas dan wewenang kepala sekolah, apa kerja guru dan apa kerja karyawan sekolah.
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun organisasi sekolah adalah: 
1. Tingkat sekolah
Kita ketahui bahwa berdasakan tingkatannya sekolah-sekolah yang ada di Indonesia dapat dibedakan atas :
a. Sekolah dasar 
b. Sekolah lanjutan tingkat pertama
c. Sekolah lanjutan tingkat atas
d. Perguruan tinggi


2. Jenis sekolah
Berdasarkan jenis sekolah kita membedakan ada sekolah umum dan sekolah kejuruan. Sekolah umum adalah sekolah yang program pendidikannya bersifat umuum dan bertujuan utama untuk memberikan bekal pengetahuan dan kecakapan untuk melanjutkan studi ke tingkat lebih tinggi lagi. Sedangkan sekolah kejuruan ialah sekolah yang program pendidikannya mengarah kepada pemberian bekal kecakapan atau keterampilan khusus agar setelah selesai anak didik dapat langsung memasuki dunia kerja dalam masyarakat, contohnya sekolah menengah ekonomi atas (SMEA), sekolah teknik menengah (STM) dan sebagainya. 

3. Besar kescilnya sekolah.
 Sekolah yang besar tentu memiliki jumlah murid, jumlah kelas, jumlah tenaga guru dan karyawan serta fasilitas yang memadai. Sekolah yang kecil adalah sekolah ynag cukup memenuhi syarat minimal dari ketentuan yang berlaku.

4. Letak dan Lingkungan Sekolah
 Letak sebuah sekolah yang ada didaerah pedesaan akan mempengaruhi kegiatan sekolah tersebut berbeda dengan sekolah yang ada di kota. Kegiatan yang harus ada dalam kegiatan ini adalah kegitan ekstra kurikuler maupun kegiatan kurikuler seperti tugas-tugas pada laboratorium sekolah dan kegiatan dan kegiatan pengabdian pada masyarakat.
KESIMPULAN

 Organisasi adalah aktivitas dalam membagi kerja menggolong-golongkan jenis pekerjaan, memberi wewenang, menetapkan saluran pemerintah dan tanggungjawab pada para pelaksana. 
 Struktur organisasi adalah tugas-tugas yang diterima oleh personalia, dengan siap mereka bekerjasama, dengan siapa mereka mengadakan interaksi dan kepada siapa mereka melaporkan kerjanya.

DAFTAR PUSTAKA
Suryo Subroto. Manajemen Pendidikan Di Sekolah. PT. Rineka Cipta. Jakarta. 2004
Made Pidarta. Manajemen Pendidikan Di Indonesia. PT. Rineka Cipta. Jakarta. 2004
Tilaar. Manajemen Pendidikan Nasional. PT. Remaja Rosda Karya. 1992

by : Anonymous



Tidak ada komentar:

Posting Komentar